Hal ini juga yang dilakukan oleh negara kita, berbagai program dilakukan untuk menghadirkan pendidikan bagi setiap masyarakat sesuai yang terdapat dalam undang-undang kita, dimana negara menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan. Kita tahu pada masa kepemimpinan Pak Soeharto ada program wajib sekolah, dimana setiap anak yang memiliki usia sekolah harus mendapatkan pendidikan yang layak, selain itu kalau kita merujuk pada masa penjajahan banyak pendiri bangsa kita yang bersedia sekolah demi bisa memiliki pemikiran yang absolude dalam memperjuangkan kemerdekaan. Karena bagi pemikir-pemikir bangsa, berpendidikan itu bukan bergantung tentang dimana ia bersekolah dan dari siap ia mendapatkan pembelajaran, akan tetapi bagaimana ia harus mampu menerima setiap pelajaran sehingga menjadi bekal baginya dikemudian hari.
Selain itu lembaga pendidikan juga berdiri menjadi wadah yang siap menerima setiap manusia yang bersedia untuk dimodernisasikan dengan menggunakan pola pembelajaran yang merata. Dimana para pendidik dengan suka hati berusaha memperkaya para siswa dengan berbagai macam ilmu, bahkan para pendidik tidak melakukan tebang pilih dalam memberikan pembelajaran. Dimata pendidik setiap manusia dianggap sama dalam mendapatkan pendidikan, tergantung dari setiap siswa itu sendiri, apakah mau untuk di didik atau tidak.
Harapan dan kerinduan akan semangat pendidikan yang sama dengan masa para pemikir-pemikir bangsa menjadi harapan emas dari bangsa ini. Walaupun pada masa itu banyak guru yang demi berkembangnya negara mereka mengajar tampa mengenal akan pamrih yang mereka dapatkan, upah tak pernah mereka harapkan, yang mereka pikirkan adalah bagaimana menghilangkan kebodohan dinegeri ini agar para penerus bangsa mendapatkan hidup yang layak dan tidak dijajah lagi baik oleh negeri lain maupun oleh kebodohan. Pahlawan tampa tanda jasa menjadi gelar terindah, bukan sungutan yang mereka beri tapi senyuman yang mereka wariskan.
Banyak guru yang menganggap bahwa perkembangan pendidikan sekarang ini hanyalah sebagai sebuah rutinitas yang mempersulit guru, tampa melihat bahwa zaman telah mengalami transisi yang perlu di pahami dan di mengerti oleh setiap guru.
Banyak program pengembangan pendidikan yang sudah dihadirkan oleh pemerintah sebagi solusi bagi guru di setiap lembaga pendidikan demi mendekatkan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan keperluan peerta didik dan perkembangan jaman, akan tetapi semuanya ini perlu kesadaran dari setiap insan pendidikan, apakah mau menerima, mempelajarai, dan menggunakan program-program yang sudah di sediakan atau malah menjadikan ini sebagai masalah baru bagi setiap guru.
Dengan dilakukan penguatan manejerial guru secara bertahap dengan menggunakan komunitas belajar guru, dan disertai sistem terkontrol yang kuat dari pemimpin lembaga pendidikan, pengawas maupun pemangku kepentingan lainnya maka akan menekan dan merubah karakter guru polusi menjadi guru revolusi di sebuah lembaga pendidikan, selain itu dengan berkembangnya kualitas guru maka komunitas belajar sekolah akan berjalan dengan baik dan menjadi ujung tombak perubahan sebuah lembaga pendidikan. Hal ini dapat terjadi karena dengan makin kreatif dan aktifnya guru dalam lembaga pendidikan, maka problem-problem yang ada dapat diselesaikan secara bersama dan efesien.
Editor: Thomas Edison/SP

No comments: